News Ticker

Yakin Udah Jago Bahasa Indonesia? Berani Coba Soal Bahasa Indonesia Tes STAN!

Yakin Udah Jago Bahasa Indonesia Berani Coba Soal Bahasa Indonesia Tes STAN

Quipperian mungkin sering merasa di atas angin ketika mendengar soal Bahasa Indonesia. Mungkin karena sudah bisa, jago, bahkan pandai berbahasa Indonesia.

Memang kamu sehari-hari pasti menggunakan Bahasa Indonesia. Tapi, apakah penggunaan Bahasa Indonesia sehari-hari sangat menunjang kemampuanmu mengerjakan soal Bahasa Indonesia?

Belum tentu juga Quipperian, Sebab soal Bahasa Indonesia beragam dan tak semua soal kamu gunakan pada percakapan sehari-hari.

Apakah kamu menggunakan majas pada percakapan sehari-hari? Tentu tidak. Jadi, jangan pernah meremehkan soal Bahasa Indonesia.

Bagi kamu berkeinginan kuliah di STAN. Maksimalkan pula pembelajaran Bahasa Indonesia. Sebab, soal Bahasa Indonesia pada tes masuk STAN, sangat menantang adrenalinmu.

Mau tahu gimana soal dan pembahasan Bahasa Indonesia Tes STAN. Check this out!

Latihan Soal Bahasa Indonesia Tes STAN

Perlu dijelaskan bahwa sebagai aparatus komunikasi, bahasa memiliki rupa-rupa keterbatasan yang melekat erat (inheren) di dalam sosok bahasa itu sendiri, yang pada gilirannya justru dapat mencuatkan aneka kesalahpamahan. Sebab pertama dari kekuranganlengkapan dan kekurangsempurnaan bahasa adalah ihwal penandaan atau penyimbolan unsur-unsur kebahsaan. Penadaan komponen-komponen bahsa tersebut lazimnya dilakukan baik secara konvensional maupun inkonvensional.

Penyimbolan secara konvensional dilaksanakan atas dasar kesepahaman dan kesepakatan bersama di antara warga pemakaian bahasa dalam sebuah masyarakat bahasa. Karena dasar utamanya adalah kesepakatan atau konvensi, makas lazimnya hasil penyimbolan yang demikian itu tidak banyak menghadirkan persoalan. Ambilah contoh kata Jawa segawon yang dalam bahasa Indonesia anjing, dan dalam bahasa Inggris dog. Penamaan terhadap sosok binatang piaraan yang buas, berbulu bagus, tidak terlalu besar, dan sukanya meraung-raung keras itu dilakukan secara konvensional. Karena simbol tersebut muncul dalam kesepakatan atau kesepahaman bersama, tidak ditemukan persoalan pemakaian unsur kebahasaan tersebut di dalam praktik komunikasi.

Penyimbolan kedua dilakukan secara arbitrer. Artinya satuan tingkat tertentu digunakan untuk menyimbolkan sesuatu entitas di alam raya ini secara semena-mena dan tidak selalu jelas alasan dan justifikasinya. Karena itu, simbolisasi yang demikian retan terhadap aneka kesamaran dan ketaksaan. Sejumlah pakar bahkan dengan tegas meyebutkan kesamaan dan ketaksaan tersebut sesungguhnya merupakan sifat kebahasaan melekat, sebagai akibat yang tidak terhindarkan lagi dari simbolisasi arbitrer itu.

(Dikutip dari Media Indonesia, Sabtu 31 Mei 2003)

  1. Masalah utama yang dibicarakan dalam paragraf pertama pada teks di atas adalah …

A. Bahasa emiliki rupa-rupa keterbatasan dan ketidaksempurnaan
B. Kekuaranganlengkapan di dalam sosok bahasa dapat mencuatkan kesalahpahaman
C. Penyebab kekuranganlengkapan dan ketidaksempurnaan bahasa
D. Penandaan unsur-unsur kebahasaan dilakukan baik secara konvensional maupun inkonvensional

2. Jika kata arbitrer diartikan sebagai semena-mena, makna kata arbitrer adalah …

A. Orang yang serig melakukan pekerjaan secara suka hati
B. Orang yang dipercaya untuk menjadi penengah atau pemutus antara kedua belah pihak yang bersengketa
C. Orang yang sering mengartikan suatu kata sesuka hatinya
D. Orang yang pekerjaannya menjadi perantara perdagangan antara penjual dan pembeli

3. Makna kata berikut ini identik dengan kata ketaksaan, kecuali …

A. Kekaburan
B. Kegelapan
C. Keraguan
D. Ambiguitas

4. Kesimpulan dari teks di atas adalah …

A. Kesamaran dan ketaksaan di dalam sosok bahasa adalah suatu keniscayaan
B. Kesamaran dan ketaksaan di dalam sosok bahasa merupakan hal yang bisa dihindari
C. Kesamaran dan ketaksaan di dalam sosok bahasa terjadi sebagai akibat simbolisasi
D. Kesamaran dan ketaksaan di dalam sosok bahasa bisa memunculkan aneka kesalahpahaman.

5. Pemerintah melakukan debirokratisasi di bidang industri. Makna kata debirokratisasi dalam kalimat tersebut adalah …

A. Kemunduran mekanisme pengurusan
B. Kemajuan mekanisme pengurusan
C. Persamaan mekanisme pengurusan
D. Penyederhaan mekanisme pengurusan

Pembahasan Soal Bahasa Indonesia Tes STAN

  1. Masalah utama yang dibicarakan dalam paragraf pertama adalah “bahasa memiliki rupa-rupa keterbatasan dan ketidaksempurnaan.” Jawaban: A

2. Arbitrer adalah orang yang dipercaya untuk menjadi penengah atau pemutus antara dua belah pihak yang sedang bersengketa. Jawaban: B

3. Kata yang identik dengan kata Taksa adalah: kekaburan, keraguan, dan ambigutas. Arti kata Taksa adlah meragukan, kabur, atau samar-samar, mempunyai makna lebih dari satu dan ambigu. Jawaban: B

4. Kesimpulan dari suatu teks merupakan bagian yang paling ditekankan dalam setiap paragraf. Kesimpulan dari teks tersebut adalah “Kesamaran dan ketaksaan di dalam sosok bahasa terjadi sebagai akibat simbolisasi.” Jawaban: C

5. Dibirokratisasi adalah penyederhanaan mekanisme pengurusan agar tidak berbelit-belit. Lawan kata Debirokratisasi adalah birokrasi yang berarti mekanisme pengurusan resmi yang kompleks dan berbelit-belit. Jawaban: D

Quipperian telah mendapat uraian mengenai memahami teks berita Bahasa Indonesia pada tes masuk STAN. Semoga bekal pembahasan di atas akan membantu kalian memahami uraian panjang teks berita agar kalian cepat menangkap kalimat utama, ya!

Jangan pernah berhenti belajar dan semoga sukses masuk STAN.

Penulis: Rahmat Ali

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*