News Ticker

Dari Universitas Pattimura Menjadi Kebanggaan Indonesia

Dari Universitas Pattimura Menjadi Kebanggaan Indonesia

Di tengah derasnya arus perubahan dan globalisasi, peran alumnus Universitas Pattimura sebagai panutan dalam pemberi contoh kepada mahasiswa sangatlah penting. Seperti halnya universitas-universitas lain yang menghasilkan alumnus-alumnus yang punya andil untuk bangsa dan negara, Universitas Pattimura juga melakukan hal yang demikian. Kampus yang terletak di Ambon, Maluku ini sudah menghasilkan banyak nama yang sudah berkontribusi terhadap pembangunan bangsa ini lho, Quipperian.

Profil Singkat Alex Retraubun

Sebut saja Prof. Dr. Ir Alex Retraubun yang merupakan alumnus Universitas Pattimura angkatan 1979. Mantan Wakil Menteri Perindustrian di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini lahir di Maluku pada tanggal 31 Mei 1960. Masa kecil Sarjana Perikanan yang lulus di tahun 1985 ini banyak dihabiskan dalam lingkungan pendidik di sebuah pulau terpencil, yaitu pulau Tayando.

Alex merupakan sosok yang banyak memberi motivasi kepada para juniornya di Universitas Pattimura melalui kisah hidupnya yang menginspirasi. Bagaimana tidak, setelah lulus dari sekolah dasar di tahun 1973, Alex pindah ke Tual untuk melanjutkan pendidikan tingkat selanjutnya. Perjuangannya pun dimulai di situ, Alex tinggal bersama orangtua asuh hingga lulus dari bangku SMU.

Kisah Semasa Sekolah

Sambil bersekolah, di waktu yang bersamaan, ia pun harus menjalani pekerjaan sebagai penjual kue dan ikan. Hal ini dilakukan bukan semata-mata karena menginginkan uang jajan lebih, namun beliau sudah mempunyai cita-cita yang luhur ingin meringankan beban orangtua asuhnya yang telah membiayai kehidupan bahkan sekolahnya. Hampir setiap hari kebiasaannya berjualan kue dan ikan terus dilakukannya, walau kadang harus mengorbankan waktu sehingga ia menjadi terlambat datang ke sekolah.

Awal kariernya dimulai pada bangku kuliah. Ia dikenal menjadi salah satu mahasiswa yang pandai dan ulet. Karena kepandaiannya tersebut, Alex pun ditawari untuk menjadi dosen tetap di kampus tempatnya menuntut ilmu. Tentu saja penetapan dirinya sebagai dosen dilakukan setelah gelar sarjana berhasil diraih. Setelah ditetapkan menjadi seorang dosen, kemudian beliau melanjutkan studi pascasarjana di University of Newcastle, London. Ia memilih bidang Ilmu Kelautan dengan beasiswa yang didapatkannya dari pemerintah.

Latar Belakang Pendidikan

Tidak berhenti hanya pada jenjang pascasarjana, beliau juga kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral. Beliau kembali berkuliah di universitas yang sama dengan kampusnya ketika menempuh jenjang pascasarjana, yaitu di University of Newcastle, London, Inggris dengan beasiswa dari pemerintah. Ketika aktif sebagai mahasiswa di jenjang doktoral, beliau sering bertemu dan bertukar gagasan dengan Menteri Lingkungan Hidup pada waktu itu, yaitu bapak Sarwono Kusumaatmadja. Hal inilah yang kembali membuka jalan baginya untuk mengembangkan karier menjadi lebih baik lagi.

Setelah menyelesaikan pendidikan doktoral pada tahun 1995 dan kembali ke tanah air, beliau kemudian diajak untuk masuk ke dalam pemerintahan untuk bergabung dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan oleh bapak Sarwono Kusumaatmadja. Akhirnya pada sekitar tahun 1999, Alex memilih hijrah untuk tinggal ibu kota negara Indonesia dan meninggalkan kegiatannya sebagai pengajar pada Universitas Pattimura.

Di pemerintahan khususnya kementerian, Alex pernah menjabat sebagai Direktur Jendral (Dirjen) Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) pada periode 2005-2009 dan diangkat menjadi Wakil Menteri Perindustrian Indonesia periode 2010-2014.

Prestasi Alex Retraubun

Sebagai seseorang yang memiliki keahlian di bidang Ilmu Kelautan dan Perikanan, Alex Retraubun banyak mengangkat isu-isu seputar kemaritiman yang kemudian menjadi suatu isu nasional. Alex juga dinilai sebagai orang yang cukup vokal dalam usahanya untuk melestarikan dan menjaga kelangsungan kehidupan di dunia kemaritiman. Gagasan yang paling sering beliau lontarkan pada waktu itu adalah tentang pentingnya membangun pulau-pulau terluar Indonesia dengan tujuan untuk lebih memajukan dan menyamaratakan kesejahteraan penduduk yang ada di Indonesia.

Pada akhirnya, Alex ditunjuk sebagai salah satu ketua pada suatu badan khusus yang mengurusi pulau-pulau kecil di Indonesia. Badan atau direktorat inilah yang pada akhirnya melambungkan namanya sebagai salah satu ahli kemaritiman Indonesia yang cukup disegani. Hal ini wajar, Quipperian, mengingat konsistensinya melakukan banyak hal terkait pengembangan bidang kemaritiman.

Nama Alex kembali bergema setelah pemerintah mengeluarkan peraturan nomor 78 tahun 2005 yang dikeluarkan untuk mendukung pengelolaan pulau-pulau kecil terluar Indonesia. Ada beberapa pulau terluar yang penamaannya dirumuskan ataupun diberikan langsung oleh Alex. Ada sekitar sembilan puluh dua (92) pulau sudah diberi nama dan juga diberi sebuah tanda kedaulatan berupa patung sang founding father Soekarno dan Muhammad Hatta oleh beliau.

Karier Politik

Kiprahnya yang cemerlang sebagai Dirjen KP3K di Kementerian Kelautan dan Perikanan membuatnya ditunjuk untuk menduduki posisi baru yang tidak kalah penting. Putra Maluku ini ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Wakil Menteri Perindustrian mendampingi MS Hidayat pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II mulai 20 mei 2010.

Sebagai Wakil Menteri Perindustrian, peraih gelar doktor bidang Ilmu Marine Teknologi dari University of Newcastle Inggris ini aktif memberikan perhatian lebih kepada kegiatan perekonomian di sekitar pesisir pantai. Selain mendorong sektor pariwisata agar dikenal khalayak ramai dari dalam dan luar negeri, beliau juga mencanangkan pengembangan rumput laut yang dilakukan dengan cara bekerja sama dengan pemerintah daerah pada setiap pesisir di Indonesia.

Demikianlah profil salah satu alumnus Universitas Pattimura yang cukup terkenal dan memberi inspirasi serta sumbangsih untuk bangsa Indonesia, khususnya untuk perkembangan wilayah di Maluku. Semoga dengan mengetahui kiprah alumnus Universitas Pattimura, Quipperian akan bersemangat dalam belajar supaya diterima di kampus ini.

Penulis: Herenda Dwipan Putra

Sumber :

http://www.wartanusantara.com

http://profil.merdeka.com

http://syiwahoney.blogspot.co.id

Kemenperin.go.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*