News Ticker

Kenapa Finlandia bisa Jadi Negara Terbaik dalam Sistem Pendidikan?

Kenapa Finlandia bisa Jadi Negara Terbaik dalam Sistem Pendidikan?
Foto: Satu Haavisto

Kamu tahu kan, kalau Finlandia sudah ditetapkan sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia? Pelajar-pelajar di Finlandia berhasil mengungguli pelajar lain dari seluruh dunia dalam tes Internasional Programme for International Student Assessment (PISA) pada 2000 silam.

Sebenarnya, bagaimana sih sistem pendidikan di Finlandia sehingga negara ini bisa punya sistem pendidikan terbaik? Mengapa Indonesia tidak bisa menyamakan Finlandia untuk sistem pendidikannya? Yuk, kita ulas lebih dalam.

Pemerintah Tidak Campur Tangan

Nah, hebatnya di Finlandia, walaupun sudah berganti pemerintahan berkali-kali, sistem pendidikan di sini tidak terpengaruh secara signifikan. Ini karena sistem pendidikan di Finlandia tidak dicampuri sama sekali oleh pihak pemerintah.

Mereka menganggap kalau guru dan sekolah-lah yang paling tahu kualitas murid-muridnya. Dengan cara seperti ini, Finalndia jadi negara nomor 2 dengan sistem pendidikan terbaik setelah China. Berbeda jauh dengan negara maju seperti Amerika Serikat yang malah ada di urutan ke-17.

Di Finlandia, para guru juga tidak dibebankan dengan segala target dari pemerintah. Bahan ajarnya selalu disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan tiap siswa. Bahkan mereka punya guru khusus yang membimbing anak yang agak tertinggal dalam pelajaran.

Fungsi pemerintah di negara ini hanya sebatas dukungan finansial dan legalitas sekolah saja. Sebab, baik sekolah negeri maupun swasta semuanya serba digratiskan.

Mungkin ada beberapa sekolah swasta yang berbayar, tetapi itu juga masih mendapat subsidi dari pemerintah.

Pemerintah Finlandia menganggap para gurulah yang tahu dengan jelas visi dan misi sistem pendidikan di negaranya. Sebab mereka yang turun tangan langsung.

Maka, pemerintah tidak melakukan intervensi apapun. Berbeda banget ya dengan sistem pendidikan di Indonesia yang selalu diintervensi oleh pemerintah.

Di negara kita, pemerintah selalu mencoba hal-hal baru, kurikulum baru, cara UN baru, semua serba percobaan. Setiap berganti pemerintah atau Menteri, sistem pendidikan pun ikut berganti.

Pada akhirnya ketidakjelasan sistem pendidikan yang tidak pernah pakem inilah yang membuat sistem pendidikan kita belum bisa menyamai negara-negara lain yang lebih baik.

Kamu Mungkin Tidak Pernah Sadar, Betapa Pentingnya Guru Bagi Hidupmu

Tidak Ada Ulangan Harian atau Ujian Nasional!

Percaya atau engga, ternyata di Finlandia sama sekali engga ada ulangan harian atau ujian nasional, loh. Negara Finlandia justru percaya kalau ulangan dan ujian ini akan menghancurkan tujuan belajar siswa.

Siswa nantinya malah semata-mata hanya ingin lolos ujian dan menghafal, bukan mengerti arti sesungguhnya dari pelajaran yang diberikan.

Satu-satunya ujian dilakukan oleh para siswa di Finlandia ketika mereka berumur 16 tahun.

Ujian ini dilakukan untuk mengetahui kualifikasi para siswa nantinya di perguruan tinggi. Sangat berbeda dengan sistem pendidikan di Indonesia yang malah mengadakan ulangan hampir setiap hari.

Menurut orang-orang Finlandia, ulangan dan ujian yang berlebihan ini justru membuat siswa jadi kehilangan minat dan bakat. Anak-anak di sana tidak hanya diasah otaknya saja, tetapi juga kemampuan bertahan untuk menjadi pribadi yang independen dan selalu ingin tahu.

Guru-gurunya Pun Lulusan Terbaik, Loh

Eits, sekolah-sekolah di Finlandia nggak main-main untuk memilih guru. Di sana, profesi guru jauh lebih dihargai dan dihormati ketimbang profesi lainnya seperti dokter atau insinyur.

Soalnya, orang yang bisa masuk dan mengajar dalam sekolah itu harus termasuk dalam kelompok 10 besar lulusan terbaik di perguruan tingginya. Kalau engga, jangan harap bisa jadi guru, ya.

Para guru ini bertanggung jawab penuh atas kurikulum dan program yang berjalan di setiap sekolah. Mereka hanya menghabiskan empat jam sehari di kelas untuk mengajar. Selain dipilih lulusan terbaik, guru-guru ini juga diberi waktu dua jam per minggu untuk pengembangan profesional. Keren banget, kan?

Karena guru dianggap sebagai profesi mulia, pemerintah Finlandia pun nggak nanggung-nanggung untuk memberikan subsidi pendidikan master bagi mereka. Tesisnya pun sudah pasti dipublikasikan.

Pemerintah berinvestasi gila-gilaan untuk tenaga para pengajar karena mereka sadar para guru inilah yang akan menjadi penentu generasi masa depan negara mereka.

Sistem pendidikan di Finlandia juga membagi satu guru saja untuk tiap 12 siswa. Supaya, guru bisa memerhatikan siswa secara khusus. Untuk kelas sainsnya, tiap kelas hanya dibatasi sekitar 14-16 orang agar praktek laboratoriumnya berjalan lebih intens.

Kamu yang Selalu Merindukan Masa-Masa SMA, Ini Adalah Masa Tidak Terlupakan dalam Hidupmu!

Di Finlandia, Tidak Ada Sistem Ranking

Yes, betul sekali. Di Finlandia, para guru mau setiap anak menganggap bahwa dirinya pintar. Mereka berasumsi bahwa semua murid bisa meraih rangking 1.

Tidak perlu ada perbedaan jenjang karena perbedaan itu justru malah akan membuat para siswa jadi merasa terdiskriminasi.

Para guru di Finlandia juga menghindari banget untuk bilang ‘kamu salah’ sama murid-muridnya. Mereka merasa kalimat menyalahkan itu malah akan membuat mental para siswa jadi ‘ciut’ dan takut untuk mencoba.

Para siswa juga tidak akan diminta membandingkan nilainya dengan teman-temannya. Nggak ada tuh yang namanya ‘tukeran soal’ untuk diperiksa bersama-sama.

Guru di sana akan mengajak siswa membandingkan hasil kerjanya yang baru dengan hasil kerjanya yang lama. Proses ini dilakukan untuk memperlihatkan pada siswa seberapa besar progres belajarnya.

Cara Belajarnya Santai Banget

Kamu tahu kalau di Finlandia menerapkan sistem belajar 45 menit belajar, 15 menit istirahat? Mereka juga hanya menghabiskan sekitar 4-5 jam saja setiap harinya di sekolah.

Orang-orang di Finlandia percaya kalau setelah belajar, otak harus diberi waktu istirahat. Sebab, pada waktu istirahat inilah siswa akan menyerap kemampuan yang baru saja diajarkan dan bisa membangun fokus baru lagi untuk pelajaran lainnya.

Jam belajar pun jadi produktif karena para siswa bersemangat dengan waktu istirahat yang akan disambutnya setiap akhir pelajaran. Pada jam bermain, siswa juga aktif bergerak dan bermain.

Tidak cuma tubuh jadi sehat karena aktif bergerak, siswa pun bisa mengembangkan minat dan bakatnya yang ada di luar mata pelajaran.

Indonesia Belum Bisa Mengimbangi, Karena

Bukan hanya sistem pemerintahan kita aja yang masih perlu dibenahi. Tetapi perbandingan penduduk di Finlandia dan Indonesia juga patut menjadi pertimbangan.

Jumlah penduduk Finlandia yang tidak terlalu besar bisa membuat mereka dengan mudah mengatur sistem pendidikan jadi rapi. Berbeda dengan Indonesia yang punya jutaan penduduk dan banyak pulau. Belum lagi daerah-daerah terpencil yang sulit terjamah.

Pada masa kini pun profesi guru kurang begitu mendapat respect. Bisa dilihat dari maraknya berbagai kasus yang menjatuhkan nama baik guru.

Misalnya guru yang dilaporkan polisi hanya karena menegur anak muridnya telat. Atau yang baru-baru ini terjadi di Makassar, di mana guru ditonjok orangtua murid hanya karena menegur anaknya yang gak mengerjakan PR.

Semoga untuk ke depannya, sistem pemerintahan di Indonesia bisa dibenahi agar sempurna, ya. Sehingga sistem pendidikan pun bisa diatur, subsidi BOS bisa berjalan lancar, dan profesi guru bisa dihargai seperti di Finlandia. Demi kemajuan bangsa dan negara, yes!

Penulis: Rosalia

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*