News Ticker

Jenis-Jenis Soal Ujian Nasional dari Tahun ke Tahun

answer-sheet-1460820

Quipperian, kalian pernah merasa was-was nggak sih ketika Ujian Nasional (UN) sudah dekat? Di antara kalian pasti pernah merasakan hal ini. Selain kekhawatiran terhadap tingkat kesulitas soal yang akan diberikan, para calon peserta UN juga mau tak mau harus memrediksi jenis soal seperti apa lagi yang akan mereka kerjakan. Apalagi jika ada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru dilantik, rasanya setiap tahun sistem pendidikan selalu berubah, deh.

Hal tersebut tentu memengaruhi mekanisme UN tiap tahunnya, membuat para calon peserta UN jadi kurang begitu fokus untuk mempersiapkan diri karena belum adanya kepastian tentang medan perang yang akan mereka hadapi. Sebenarnya, perubahan apa saja yang telah terjadi pada soal UN dari tahun ke tahun? Kamu bisa mencari tahu dari bahasan di bawah ini.

Infografis Quipperian Pejuang UN yang Lulus dengan Belajar Menggunakan Quipper Video!

2011 – Bertambahnya Paket Soal

Seiring berjalannya waktu, para murid SMA tingkat akhir mungkin akan berharap agar mereka dilahirkan lebih cepat. Wah, kok sampai segitunya, sih? Karena, soal UN sepertinya selalu mengalami perubahan setiap tahunnya. Sistemnya pun terkesan semakin menyulitkan para peserta UN meski Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki niat dan tujuan yang baik.

Nah, kita flashback dulu, nih. Tahun 2011 adalah tahun yang menandai dimulainya penerapan sistem lima paket pada soal UN. Sebelumnya, UN hanya terdiri dari dua paket soal. Pada awal tahun 2000, semua soal UN bahkan sama sekali tidak dikelompokkan ke dalam paket-paket. Jadi, pada tahun 2011, tiap satu paket soal hanya dikerjakan oleh empat orang dalam kelas, mengingat satu ruangan UN hanya boleh ditempati oleh maksimal dua puluh peserta.

2012 – Mirip dengan Tahun Sebelumnya

Tidak ada perubahan yang begitu berarti pada pelaksanaan UN tahun 2012. Kemendikbud masih kukuh dengan sistem lima paket yang diterapkannya pada soal UN. Beberapa bulan sebelumnya, sempat ada wacana yang muncul di kalangan masyarakat bahwa UN akan dihapus, Tapi, Mohammad Nuh selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu membantah wacana tersebut. Beliau menegaskan bahwa UN 2012 akan tetap dilaksanakan meski dengan sedikti perubahan.

Secara umum, mekanisme yang diterapkan pada soal UN 2012 tidak berbeda jauh dari tahun 2011. Bobot soalnya juga masih 10% mudah, 80% sedang, dan 10% sulit. Hanya saja, Kemendikbud meningkatkan keamanan dan kerahasiaan soal UN 2012 agar tidak terjadi kebocoran. Mereka membuat kode rahasia pada masing-masing soal sesuai dengan nama percetakan dan wilayahnya. Jadi, apabila ada naskah soal yang bocor, Kemendikbud bisa mengetahui sumber percetakannya.

2013 – Penggunaan Sistem Barcode

Kemendikbud sepertinya tidak main-main dalam usaha meminimalisir kecurangan pada UN. Pada tahun 2013, Kemendikbud mulai menerapkan sistem barcode pada naskah soal dan Lembar Jawaban Komputer (LJK). Jadi, kedua hal tersebut dibagikan sebagai suatu kesatuan yang tidak dapat dipisah. Kode barcode yang ada pada naskah soal dan LJK harus sama. Tujuannya, agar tidak ada lagi peserta UN yang saling bertukar kode soal.

Begitu mendapatkan naskah soal dan LJK, hal pertama yang harus dilakukan oleh para peserta UN adalah mengecek kode barcode dan kondisi fisik kedua hal tersebut. Nah, jika ada halaman soal yang rusak, maka peserta juga harus mengganti LJK-nya dengan yang baru. Jika tidak, jawaban yang dia isi pada LJK tidak akan terbaca karena barcode-nya berbeda dengan naskah soal. Terlebih lagi, jumlah paket soal ditambah menjadi 20, membuat tiap peserta pada satu ruangan mendapat soal yang berbeda.

2014 – Nilai UN untuk Pertimbangan Masuk Kuliah

Hampir sama seperti tahun 2012, UN 2014 juga sepertinya dimanfaatkan untuk menyempurnakan sistem UN 2013. Namun, sejak tahun 2013, bobot soal yang diberikan berubah menjadi 10% mudah, 70% sedang, dan 20% sulit. Kemendikbud juga memberikan pemberitahuan resmi bahwa hasil UN tahun 2014 akan digunakan sebagai salah satu syarat untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Sebetulnya, hal ini sempat muncul menjadi wacana pada tahun 2013. Mohammad Nuh, yang saat itu masih menjabat sebagai Mendikbud, mengatakan bahwa Kemendikbud telah melakukan diskusi dan pendekatan dengan PTN hingga akhirnya mereka sepakat untuk menggunakan nilai UN sebagai salah satu syarat penerimaan masuk PTN. Nilai rapor juga bisa digunakan untuk mendukung nilai UN-mu, tapi bobot nilai ditentukan oleh masing-masing PTN.

2015 – Uji Coba UNBK

Awalnya, UN 2015 masih akan menerapkan 20 paket soal. Tapi, Kemendikbud memutuskan untuk melaksanakan UN dengan sistem computer-based atau yang disebut juga dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Tidak semua sekolah di Indonesia langsung menerapkan sistem tersebut. Hanya SMA-SMA unggulan dengan standar khusus yang dipilih Kemendikbud. Jadi, masih ada SMA yang tetap mengerjakan UN berbasis kertas, namun paket soalnya hanya lima.

Sebetulnya, UNBK pertama kali dilaksanakan secara online dan terbatas pada tahun 2014, yakni di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Tujuannya untuk meningkatkan literasi murid terhadap TIK. Karena hasilnya cukup memuaskan, Kemendikbud pun memutuskan untuk kembali menerapkan UNBK secara bertahap pada tahun 2015. Kurang-lebih ada 556 sekolah yang terlibat, yakni 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 provinsi dan luar negeri.

2016 – Menerapkan Dua Kurikulum

UN 2016 memiliki tiga kali jadwal penyelenggaraan. UN pertama addalah ujian perbaikan yang ditujukan bagi peserta UN 2015 yang belum memenuhi Standar Kompetensi Kelulusan (SKL). UN kedualah yang harus menjadi fokus perhatianmu. Kenapa? Karena, ia jadi UN utama 2016 dengan kisi-kisi materi baru. Sedangkan, UN ketiga adalah ujian perbaikan bagi peserta 2016 yang tidak dapat memenuhi SKL. Sama seperti tahun 2015, UN utama 2016 akan dilaksanakan dengan berbasis kertas dan komputer.

Mau Sukses UN? Mending Belajar Kisi-Kisi Soal UN Matematika Ini

Selain itu, Kemendikbud memutuskan untuk menggunakan dua kurikulum pendidikan sebagai dasar pembuatan soal-soal UN 2016. Hal ini disebabkan oleh adanya dua kurikulum (K-13 dan K-6) yang diterapkan oleh sekolah-sekolah di Indonesia. Tapi, tenang saja, Kemendikbud akan menemukan titik singgung dari dua kurikulum tersebut. Dengan begitu, kamu jadi perlu memelajari materi dari dua kurikulum sekaligus. Kemendikbud juga menjamin soal-soal UN 2016 tidak akan membuatmu kesulitan.

Apabila semua berjalan sesuai rencana, UN utama 2016 akan berlangsung mulai tanggal 4 April 2016. Persiapkan dirimu sejak sekarang, ya. Jangan terlalu memusingkan diri dengan berbagai rumor yang muncul mengenai jenis soal UN. Pihak sekolah pasti akan memberikan info pada kamu secara resmi, kok. Kamu hanya perlu fokus belajar dan berdoa. Good luck!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*